Saatnya Varane Ucap Selamat Tinggal Kepada Madrid

Saatnya-Varane-Ucap-Selamat-Tinggal-Kepada-Madrid.

Raphael Varane tinggal sedikit lagi akan diresmikan menjadi pemain Setan Merah, tibalah saatnya bagi Raphael Varane untuk mengucapkan selamat tinggal kepada Madrid.

Manchester United dan Real Madrid masih belum lama ini telah menjalin kesepakatan untuk mentransfer pemain bek internasional Prancis tersebut, Raphael Varane akan meninggalkan klub Real Madrid setelah menghabiskan sepuluh tahun yang sukses disana.

Selama berseragam blanco, Raphael Varane sudah menciptakan tiga ratus enam puluh penampilan dengan menyumbangkan delapan belas gol, pemain bek tengah yang berusia dua puluh depalan tahun itu sudah membantu Madrid memenangi depalan belas piala, diantaranya empat Liga Champions dan tiga La Liga.

Di Real Madrid pula, Raphael Varane memperoleh reputasi menjadi salah satu pemain bek tengah yang paling bagus di dunia sekarang ini, kini menjelang kepindahan Raphael Varane ke klub Manchester United, Raphael Varane pun memberikan salam perpisahan ke Real Madrid serta penggemarnya dari aplikasi media sosial seperti Instragram.

“Hari hari terakhirnya bersama Real Madrid dipenuhi dengan banyak masalah sampai membuat emosi, perasaan yang saat ini ingin saya bagikan ke kalian semuanya,” tutur Raphael Varane di sebuah aplikasi media sosial, :Sesudah sepuluh tahun yang sangat menakjubkan dan sangat luar biasa di klub Real Madrid, tim yang bakal selalu di dalam hati saya, tiba harinya untuk mengucapkan selamat tinggal Real Madrid.”

“Semenjak saya bergabung ke Real Madrid di 2011, kami bersama sama sudah melebihi semua ekspektasi serta banyak hal yang tak pernah saya impikan bisa tercapai, saya sangat ingin berterima kasih pada semua rekan-rekan satu tim dan pelatih atau pernah bekerja di tim untuk segala sesuatu yang pernah mereka lakoni untuk saya.”

“Saya harus banyak terima kasih kepada semua pihak Real Madrid yang selalu memberikan tuntutan besar dan kasih sayang, mereka selalu menyemangati saya untuk memberikan yang paling bagus serta berjuang untuk disetiap keberhasilan,” lanjut Raphael Varane dikutif M.E.N.

“Saya sangat merasa paling terhormat bisa berbagi tempat ganti dengan kawan-kawan yang paling baik di dunia, kemenangan yang tak terhitung, ini tak akan pernah saya lupakan, yang paling penting Real Madrid, saya sadar selama ini masih ada privilese yang berat sehingga dapat mengalami momen momen yang paling istimewa seperti itu.”

“Pada akhirnya, saya yang sangat ingin mengucap terima kasih kepada seluruh warga Spanyol yang paling penting kota Madrid, dimana 2 anak saya dilahirkan, Negara ini bakal selalu sangat istimewa bagi saya, ini ialah perjalan yang sangat luar biasa, saya akan pergi dengan perasaan sudah memberikan segalanya serta saya tak bakal berubah sata hal pun dalam cerita kita.” ucap Varane.

Swiss Berhasil Singkirkan Prancis

Swiss telah membuktikan tidak ada yang tak mungkin sehabis mengalahkan Prancis di Euro 2020, mereka bermain pantang menyerah meski pun mereka sempat ketinggalan 2 gol.

Swiss diluar nalar bisa menyingkirkan Prancis dari ‘Piala Eropa 2020’ setelah menang 5-4 melalui adu pinalti di Bucharest, Stadion Arena Nationala, di fase 16 besar, pada hari Selesa 29 Juni 2021 dini hari WIB, pertandingan harus diselesaikan melalui adu pinalti usai kedua kubu bermian imbang dengan skor 3-3.

Swiss mengakhiri fase pertama dengan skor 1-0 berkat gol dari Seferovic dimenit ke-15, laga kemudian dipenuhi dengan drama usai jeda.

Dimulai ketika Rodriguez mengalami kegagalan saat eksekusi pinalti dimenit ke-55, Prancis pun langsung menghukum hal tersebut dengan bisa membalikkan keadaan lewat Brace dari Benzema dimenit ke-57 dan ke-59.

Pogba semakin membawa Prancis menjauh dimenit ke-75 dari sebuah gol spektakulernya lewat jarak jauh, “Tertinggal 1-3”, Swiss tidak menyerah begitu saja.

Swiss secara sepontan bangkit memaksa pertandingan ke tambahan waktu, Seferovic menciptakan gol keduanya dimenit ke-81, sebelum Gavranovic menyelamatkan Nati.

Tidak ada gol tambahan diperpanjangan waktu, ketika adu pinalti semua eksekutor Swiss berhasil menjalankan tugasnya.

Sementara itu, Mbappe menjadi cacat di tim Prancis sehabis jadi satu satunya eksekutor yang gagal, yang menjadi penendang ke-5, tendangan bintang Paris SG ini dapat ditepis oleh Sommer.

Sommer menjadi penyelamat kemenangan, Swiss mengucapkan ini ialah malam yang sangat luar biasa bagi kami semuanya, Swiss dengan sikap pantang menyerah menjadi kunci utama mereka berhasil lewat dari situasi rumit sehabis gagal pinalti untuk berbalik mengalahkan Timnas Prancis.

Kiper Moenchengladbach juga menyatakan hal ini bisa membuktikan bahwa semuanya bisa terjadi, “Swiss yang telah dianggap menjadi negara kecil bisa mengalahkan sang raksasa pemenang Piala Dunia 2018.”

“Itu ialah situasi yang amat rumit bagi kami usai pinalti gagal, aku amat bangga dengan kubu, bagaimana mereka bisa kembali bangkit, ucap Sommer dikutip lewat situs UEFA.

“Kami yang selalu percaya diri, bahkan sebelum laga kami mengucapkan tak peduli apa yang akan terjadi di dalam pertandingan ini, apakah kami akan mengalami kegagalan atau semuanya dapat berjalan dengan apik, kami tidak akan menyerah begitu saja hinggi akhir.”

“Kami yang sangat percaya semua hal mungkin bisa terjadi, kemi mengucapkan sebelum laga bahwa kami ialah negara kecil, namun memiliki prestasi dan pengalaman yang sangat cukup baik, itulah yang kami buktikan malam ini.”